resensi novel danur gerbang dialog

ResensiNovel "Gerbang Dialog Danur" Gerbang Dialog Danur sebagai pengakuan bahwa dirinya tak pernah sendiri. Dia berinteraksi dengan yang biasa kita sebut "hantu". Mereka selalu menemaninya, kadang membantunya, dan sering sekali menampakk Baca selengkapnya RESENSI"Danur". Judul Buku : Danur. Nama Pengarang : Risa Saraswati. Penerbit, Cetakan ke- : Bukune, 1. Kota Terbit : Jakarta. Tahun Terbit : 2011. Jumlah Halaman : 216 Halaman; 13 x 19 cm. ISBN : . Novel ini menceritakan tentang seorang Risa yang bisa berinteraksi dengan makhluk tak kasat mata. ANot So Adventurous Life Resensi Novel Danur. 5 Postingan Risa Saraswati Pengarang Danur yang Bikin. Risa Review Novel Gerbang Dialog Danur â€" Risa Saraswati. IndiLicious Novel DANUR Risa Saraswati. MY BOOK NOTE GERBANG DIALOG DANUR. Danur 2 Maddah 2018 filmindonesia or id. Danur 2 Maddah Review Film Indonesia montasefilm com. It s Quels Sont Les Sites De Rencontres Totalement Gratuit. Shop Home / Novel / Gerbang Dialog Danur Penulis Risa Saraswati Ukuran 14 x 20 cm Tebal xii + 224 hlm Penerbit Bukuné ISBN 602-220-150-0 Beli Ebook Description Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku. Kalian mungkin tak melihatnya…. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu— jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang mereka anggap tidak adil. Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick—dua sahabat yang sering berkelahi, alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si bungsu Janshen. Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan, semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, eat kebersamaan selamanya. Kini aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milikku seorang…. Namaku Risa. Aku bisa melihat mereka’. Uploaded byVany Ichwani WJ Maelo 0% found this document useful 0 votes36 views4 pagesOriginal TitleRESENSI NOVEL DANURCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes36 views4 pagesResensi Novel DanurOriginal TitleRESENSI NOVEL DANURUploaded byVany Ichwani WJ Maelo Full descriptionJump to Page You are on page 1of 4Search inside document You're Reading a Free Preview Page 3 is not shown in this preview. Buy the Full Version Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Judul Gerbang Dialog Danur Penulis Risa Saraswati Penerbit Bukune Terbit 2015 Tebal 224 hlm. ISBN 6022201500 Jangan heran jika mendapatiku sedang bicara sendirian atau tertawa tanpa seorang pun terlihat bersamaku. Saat itu, mungkin saja aku sedang bersama salah satu dari lima sahabatku. Kalian mungkin tak melihatnya. Wajar. Mereka memang tak kasat mata dan sering disebut… hantu—jiwa-jiwa penasaran atas kehidupan yang dianggap mereka tidak adil. Kelebihanku dapat melihat mereka adalah anugerah sekaligus kutukan. Kelebihan ini membawaku ke dalam persahabatan unik dengan lima anak hantu Belanda. Hari-hariku dilewati dengan canda Peter, pertengkaran Hans dan Hendrick dua sahabat yang sering berkelahi, alunan lirih biola William, dan tak lupa; rengekan si Bungsu Johnsen. Jauh dari kehidupan “normal” adalah harga yang harus dibayar atas kebahagiaanku bersama mereka. Dan semua itu harus berubah ketika persahabatan kami meminta lebih, yaitu kebersamaan selamanya. Aku tak bisa memberi itu. Aku mulai menyadari bahwa hidup ini bukan hanya milikku seorang…. Namaku Risa. Aku bisa melihat mereka’. Jiwaku sudah hilang, tak bisa lagi disebut manusia. Tapi kini aku merasa jauh lebih hidup daripada saat aku hidup dulu. Aku bahagia, mungkin aku adalah jiwa mati paling bahagia yang pernah Will Secara keseluruhan, buku ini adalah sebuah novel. Tetapi, tiap babnya memiliki judul’ yang berbeda. Bukan hanya judul yang berbeda, tapi tokoh’ yang diceritakan juga berbeda. Cerita ditulis dari sudut pandang orang pertama, setiap babnya. Pada bagian prolog–atau bisa disebut saja pada bagian awal, berjudul Gerbang Dialog Danur, perkenalan’ oleh Risa. Saat tiba di bab bisa kubilang bab pertama yang berjudul Anjung Temayun, disana kita akan mulai mengerti’ tentang bagaimana nantinya cerita ini akan mengalir. Risa memiliki sebuah kemampuan dimana kemampuan itu termasuk kemampuan istimewa’. Risa dapat mendengar dan melihat yang mereka tidak dapat lihat. Hantu. Sejak kecil, Risa memiliki banyak teman. Hanya saja, teman-teman Risa itu bukanlah jenis makhluk’ yang sama dengan Risa. Mereka adalah William si pemain biola, Peter, Hans dan Hendrick yang narsis dan sering bertengkar, serta Janshen si bungsu dengan gigi ompongnya. Jika pada bab satu kita disuguhkan tentang cerita’ Risa dan teman-teman hantunya di rumah neneknya, pada bab ke dua, kita akan diajak’ untuk kembali ke masa lalu. Ke masa saat bangsa Belanda masih menjajah tanah air. Ke masa dimana teman Risa, Peter masih hidup. Kala itu, hidup Peter sangat bercukupan. Ayahnya adalah anggota militer yang sangat gagah. Peter juga memiliki ibu yang sangat anggun. Terlebih, Peter memiliki pengasuh’ orang pribumi asli, Siti yang sangat menyayanginya. Hanya saja, di umur 14 tahun, Peter harus kehilangan nyawanya karena orang Jepang yang mereka sebut– Nipon. Bab ini diberi judul Sendiri di Atas Bentala. Kehidupan Hans dan Hendrick pun di ceritakan pada bab-bab selanjutnya. Bab ini diberi judul Berdecit Bersama Hans dan Hendrick. Tidak banyak yang diceritakan pada bab ini. Kebanyakan adalah potongan curhat’ mereka pada Risa. Seperti biasa, mereka selalu’ bertengkar. Hanya saja, pada bab ini, kita di’beri’ tahu tentang hal-hal yang mungkin ingin kita tahu= Apa yang dilakukan Hans dan Hendrick sebelum mereka mati? Hans jago membuat kue, Hendrick pernah’ populer di sekolahnya. Cuping Wajah William, bab ini diberi judul seperti itu. Seperti yang dikatakan judulnya, bab ini bercerita tentang kisah di balik sosok pendiam Will. William. Ada dua jenis manusia yang terlahir ke dunia ini. Manusia yang beruntung dan kurang beruntung. Kita bisa menilai sendiri, masuk di kategori manakah kita? William beruntung karena ia lahir di tengah keluarga bangsawan kaya raya. Namun, Will juga bisa di sebut kurang beruntung, karena ia hanya dibesarkan oleh harta benda orangtuanya. Ayahnya sangat memuja ibunya. Ibunya sangat peduli dengan gaya pakaian, pergaulan, teman-teman kaya, dan harta benda. Banyak teman ibu Will yang memasukkan’ anak mereka ke sekolah musik ternama. Bagi ibu Will, menyekolahkan anak ke sekolah musik ternama juga merupakan’ salah satu gaya hidup. Maka dari itu, tidak ingin ketinggalan, ibu Will juga menyekolahkan anaknya ke sekolah musik. Pada akhirnya, Will bertemu dengan biola. Dengan biola, ia bisa mengungkapkan rasa’ yang dulunya hanya melintas di kepalanya. Dengan musik, ia lebih mudah mengekspresikan emosinya. Biola tersebut ia beri Nouval. Pada bab ke-enam atau bisa dibilang begitu, sebagai bab penutup untuk perkenalan’ tokoh utama hantu bisa dilihat pada cover diberi nama Filsofi Gigi. Bab yang cukup singkat, sebenarnya. Seperti judulnya yang mengungkit-ungkit tentang gigi, seperti yang kita ketahui, si bungsu Janshen kehilangan giginya dan menyebabkan ia dipanggil Ompong’. Nah, pada bab ini kita’ akan diberi tahu alasan’ kenapa Janshen kehilangan giginya? Kala itu, saat ia sudah hampir ditebas oleh Nippon, ia sempat terjatuh dan kehilangan gigi tengahnya. Pada bab selanjutnya, konflik utama akan mulai tersajikan’. Pada awalnya, Risa sudah berjanji pada Peter bahwa ia akan mengakhiri hidupnya agar bisa bersama-sama’ dengan mereka mengingat bahwa Risa adalah manusia yang akan terus bertumbuh. Kala itu, Risa berjanji, bahwa pada ulang tahun ke-14nya, sama seperti umur di mana Peter kehilangan nyawanya, Risa juga akan meninggalkan’ dunia ini. Hanya saja, banyak hal-hal yang diluar’ kendali. Risa merasa bahwa ia tidak dapat meninggalkan dunia ini. Maka dari itu, Peter marah dan semenjak itu, Peter dan kawan-kawan tidak pernah lagi mau menampakkan diri di depan Risa. Meski mereka masih tinggal di satu rumah yang sama dengan Risa. Jalan cerita pada buku ini masih panjang. Setelah Risa ditinggal oleh teman-temannya, Risa mulai bertemu dengan Makhluk’ lain. Berbeda dengan Peter dan keluarganya yang tinggal di rumah Risa yang wajahnya cenderung masih bisa dilihat’, makhluk yang Risa temui akhir-akhir ini seringkali mengganggunya dan menampakkan wajah seram mereka. Ini membuat Risa menyesal dan merindukan teman-temannya. Pada akhirnya, Risa tetap tumbuh dewasa, dan teman-temannya tidak. Apakah, setelah sekian lama, Peter dan teman-temannya akan kembali menampakkan diri di depan Risa? — Setelah cerita inti tentang penggenalan karakter dalam buku ini, masih banyak pengenalan-pengenalan lainnya yang menarik’ hati. Hantu-hantu yang Risa temui kebanyakan meminta pertolongan dengan curhat’ tentang apa yang mereka alami saat mereka hidup dulu. Ada Samantha yang mati karena penyakit yang mengerogotinya, ada Asih yang meninggal karena bunuh diri akibat tidak bisa menanggung aib, ada juga Elizabeth yang bunuh diri karena tidak tahan menjadi pemuas’ nafsu tentara Nippon, persahabatan sehidup semati Jane dan Sarah, Teddy dengan perjuangannya untuk bertahan dari tentara Nippon. Sebagian besar hantu yang diceritakan memiliki kisah yang kelam, sebagian tidak. Mungkin bagian yang kelam’ terdapat pada bagaimana mereka mati, bukan bagaimana kisah hidup mereka dulunya. Pada awalnya, aku tidak begitu peduli’ tentang adanya kesamaan nama antara penulis dengan tokoh utama dalam cerita ini. Setelah aku menelah lebih lanjut, ternyata buku ini juga memiliki unsur non-fiksi’. Ya, buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis. Aku tidak pernah menyukai genre misteri ataupun horror. Bukan karena itu bukan porsi’ku. Aku sangat menyukai film-film horror, terutama film dengan zombie’ di dalamnya. Hanya saja, genre horror yang ditawarkan penulis indonesia seringkali melenceng dari topik utamanya, misalnya genre Horror yang biasanya menyelipkan’ sedikit unsur romance menjadi menyelipkan’ sebagian besar unsur romance yang kadang membuat pembaca… ngeh.. Buku ini juga menyelipkan unsur-unsur romance. Tapi, sesuai dengan genrenya, buku ini tidak begitu-banyak’ menyelipkan tentang hal-hal tersebut untunglah. Jujur saja, cover dari buku ini sangat pas’ untuk cerita yang ditawarkan di dalamnya. Hanya saja, aku sempat ngeh’ saat melihat judulnya. Gerbang Dialog Danur. Lalu, saat aku memutuskan untuk membaca dan menyelesaikan buku ini, aku masih tidak mengerti, mengapa Gerbang Dialog Danur? Memang benar, pada halaman 195, aku menemukan ini Danur adalah air berbau busuk yang keluar dari mayat yang mulai membusuk. Lalu kenapa Gerbang? Sebenarnya penulis sudah menjelaskan banyak hal tentang Gerbang Dialog ini pada awal buku, mungkin aku saja yang tidak mengerti. Aku menyukai gaya penulisan Risa Saraswati. Meskipun tidak memberi kesan mellow’ Ah iya, ini novel horror, aku tetap bisa menikmati novel ini. Mungkin karena novel ini ditulis dari sudut pandang orang pertama. Overall, sebagai pembaca yang tidak begitu berdedikasi’ pada novel bergenre horror, aku menyukai buku ini! Meski begitu, masih banyak hal yang tidak masuk akal pada buku ini 🙂 Lanjut ke konten Akhirnya kemarin setelah bolak balik maju mundur nggak jelas, saya memutuskan untuk beli novel GERBANG DIALOG DANUR. Awalnya pas ke Gramedia nggak niat untuk beli buku ini, karena genre novel ini bikin saya merinding. Dari mulai di luncurin novelnya sampe ada filmnya saya selalu ngejauhin novel ini. Karena saya nggak mau pas mau tidur kebayang ceritanya dan akhirnya nggak berani tidur sendiri. Ini cuma review ala-ala saya aja ya, untuk membagikan pendapat saya tentang novel ini. Oke balik ke novelnya, saya akan mulai bahas dari cover. Menurut saya pribadi pas pertama kali pegang novel ini lumayan serem dan saya gak berani lama-lama liat covernya. Mungkin menurut pendapat orang covernya biasa aja dan gak ada kesan menakutkan sama sekali. Tapi setelah baca novelnya covernya serasa berubah jadi lebih bersahabat alias nggak menakutkan. Di cover itu saya suka sama gambar anak kecil cowok yang duduk bareng Risa, kaya boneka aja keliatannya haha. Saya nunggu untuk baca cerita ini pas pagi hari dan banyak orang di sekeliling saya. Buat antisipasi aja sih. Tapi ternyata, jeng-jeng ceritanya gak serem sama sekali. Saya ngerasa lebih ke kasian sama kisah makhluk-makhluk yang ada di novel ini. Gak kebayang aja sekian puluh tahun masih ada didunia kaya gini, untuk menunggu orang yang disayanginya. Tiba-tiba kaya kepikiran gimana ya kalo saya bisa liat mereka hehe. Tapi abisnya saya kepikiran, kalo saya bisa liat mereka otomatis saya bisa liat makhluk yang lainnya dong nahlo merinding disko deh. Untuk jalan ceritanya sendiri dimulai saat Risa melalui masa kecilnya dan ditemani kelima sahabat hantunya, bagaimana Risa dan kelima sahabat hantunya ketemu, kemudian kenapa Piter cs ninggalin Risa sampai setelah bertahun-tahun akhirnya hantu kecil ini kembali nemuin Risa serta kisah tentang hantu-hantu lain yang ditemui Risa selama Piter cs ninggalin dia. Buat saya pribadi ceritanya cukup bagus, dan nggak nyeremin sama sekali. Saya rasa ini novel dibikin emang bukan untuk bikin pembacanya ketakutan, tapi untuk lebih mengenalkan kalau hantu-hantu itu nggak semuanya nyeremin karena mereka cuma kesepian dan butuh didengarkan. So, buat semua orang yang penakut akut seperti saya tapi penasaran sama dunia “mereka” bisa lah baca novel ini sekalipun waktu malam dan sendirian di rumah karena ceritanya cukup bersahabat. Saya nggak bisa bandingin cerita di novel ini dengan filmnya, kebetulan saya milih untuk nggak nonton filmya setelah ketakutan liat trailernya ^^ Kamu tidak sendiri, bisa jadi saat kamu membaca tulisan ini ada “dia” yang sedang duduk menemani September 29, 2022 556 am . 6 min read Sinopsis Novel Danur akan kamu temukan selengkapnya dari artikel ini. Seperti identitas novel, intrinsik, ekstrinsik, juga pesan moral apa yang terkandung dalam novel Danur karya Risa Saraswati ini. Bukan hanya itu kamu juga akan menemukan kelebihan dan juga kekurangan dari novel tersebut. Maka dari itu simak terus artikel ini sampai selesai agar kamu mengetahui informasi mengenai novel Danur ini secara lengkap. Resensi Novel Danur Lengkap berikut merupakan resensi novel Danur karya Risa Saraswati secara lengkap, diantaranya adalah 1. Identitas Novel Danur Judul NovelDanur Gerbang DialogPenulisRisa SaraswatiJumlah halaman224 halamanUkuran buku14×20 cmPenerbitBukuneKategoriHororTahun Terbit2011Harga novelRp. 2. Sinopsis Novel Danur Sinopsis novel Danur karya Risa Saraswati ini adalah menceritakan tentang seorang perempuan bernama Risa. Yang mempunyai lima sahabat dari dimensi lain. Awal pertemuan mereka saat Risa yang masih kelas 5 SD. Dia baru saja pindah dari desa ke kota Bandung. Risa tinggal bersama nenek dan sepupunya di sebuah rumah peninggalan Belanda. Di rumah inilah Risa memulai persahabatannya dengan lima anak hantu belanda yang bernama Peter, Hans, Hendrick, William dan Jahnsen. Risa memiliki kemampuan indigo. Kelebihan tersebut merupakan anugrah sekaligus kutukan baginya. Kelebihan ini membawanya ke dalam persahabatan unik dengan anak-anak Belanda. Risa mulai sadar dan mendapati bahwa sahabat-sahabatnya yang setiap hari diajaknya mengobrol itu hanyalah sebuah tulang belulang yang tidak bisa menapak di tanah dan mereka berbeda dimensi. Namun, Risa tidak mempermasalahkan soal itu. Mereka tetap bersahabat. Mereka membawa keceriaan dan kebahagiaan dalam hidup Risa. Kebanyakan dari mereka bercerita tentang kesedihan yang dibuat oleh penjajah Jepang. Terkadang mereka menunjukan ekspresi kemarahan, sedih, menangis tanpa air mata, dan wujud mengerikan. Namun, Risa tidak merasa takut. Dan suatu saat persahabatan mereka di uji. Risa membuat janji terhadap Peter akan mengakhiri hidupnya agar mereka sama. Dan Risa melakukan percobaan bunuh diri. Namun Risa selalu gagal. Peter pun marah besar dan mengajak temannya meninggalkan Risa. Lalu apakah mereka akan kembali? Apakah Risa bisa hidup normal kembali? Tanpa kehadiran mereka? Penasaran? Yak jawabannya ada di novel Danur tersebut tentunya. Kuy, baca! Baca juga Sinopsis Novel Terjemahan Narnia Lengkap 3. Unsur Intrinsik Novel Danur Berikut merupakan unsur intrinsik dari novel Danur karya Risa Saraswati, diantaranya adalah Tema Tema yang diangkat dalam novel Danur karya Risa Saraswati ini yaitu bercerita tentang persahabatan antara dimensi Risa dengan lima sahabatnya dari dunia lain. dan bisa di bilang mereka adalah “Hantu”. Tokoh dan Penokohan Berikut merupakan tokoh dan penokohan novel Danur karya Risa Saraswati, yaitu diantaranya adalah Risa, ia merupakan tokoh utama dalam novel ini yang memiliki sifat penyayang dan baik hati terhadap sahabat-sahabatnya. Risa juga sosok yang mandiri karena sejak kecil tinggal bersama neneknya di Bandung dan jauh dari orang sahabat Risa dari dunia lain ia memiliki sifat baik hati, ia sangat menghargai bangsa Indonesia. Yang berbanding terbalik dengan ayahnya yang ia merupakan sahabat dunia lain Risa yang pendiam, ketika teman-temannya dan Risa asik berbincang-bincang, William hanya ia sahabat Risa dari dunia lain yang baik hati, lucu, tetapi sangat dewasa dan menyayangi ke lima Humoris karena sering mengejek sahabat-sahabatnya dan membuat mereka tertawa terbahak-bahak. Dan ia membenci ia merupakan pribadi yang cengeng dan ia merupakan orang pribumi sangat menyayangi Peter, ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Peter dan selalu mengurusi Nafiah, orang pribumi asli yang religius sangat tulus mengajar Nipon, ia merupakan tokoh antagonis yang sangat keji dan tidak punya rasa kasihan. Karena telah membunuh ke lima sahabat Peter, Albert, sangat arogan, dan pemarah, menganggap derajatnya lebih tinggi di banding bangsa lain atau bangsa Indonesia. Alur Alur yang digunakan dalam novel Danur karya Risa Saraswati ini menggunakan alur campuran. Dimana terdapat alur maju dan alur mundur di dalam novel tersebut. Baca juga Sinopsis Novel Ngulandara dengan Cerita Lengkap Latar Waktu Latar waktu yang digunakan dalam novel ini yaitu masa penjajahan belanda hingga sekarang. Latar Tempat Latar tempat yang digunakan dalam novel Danur karya Risa Saraswati ini yaitu Bandung-Jakarta. Sudut Pandang Sudut pandang yang digunakan dalam novel Danur karya Risa Saraswati ini menggunakan sudut pandang orang pertama sebagai pelaku utama dengan kata ganti “aku”. Karena disini Risa yang telah menceritakan pengalamannya sendiri. Gaya Bahasa Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Danur karya Risa Saraswati, yaitu menggunakan gaya bahasa personifikasi menggunakan bahasa baku yang mudah di pahami dan di mengerti. Amanat Amanat yang terkandung dalam novel ini adalah jangan pernah menyia-nyiakan hidup, karena apa yang kita lakukan semasa hidup akan berakibat pada hidup kita di alam selanjutnya. Dan manfaatkanlah hidup kita sebaik mungkin. 4. Unsur Ekstrinsik Novel Danur Berikut merupakan unsur ekstrinsik dari novel Danur karya Risa Saraswati, diantaranya adalah Nilai Sosial Nilai sosial yang terdapat dalam novel Danr ini adalah sikap Risa meskipun ia merupakan indigo ia masih tetap bisa bersosialisasi dengan orang lain secara normal pada umumnya. Dengan kemampuan indigonya tersebut ia bisa menolong orang lain. baik dari bangsa manusia atau bangsa dunia lainnya. Nilai Moral Nilai moral yang terkandung dalam novel Danur karya Risa Saraswati ini terlihat dari sikap mandiri Risa. Ia sangat mandiri dalam kehidupan sehari-harinya karena ia sering di tinggal orang tuanya dan hanya tinggal bersama neneknya. Bukan hanya itu nilai moral yang terkandung dalam novel ini yaitu sikap Risa yang pemberani. Ia berani menghadapi makhluk tersebut karena kemampuan indigonya tersebut tak jarang menampilkan berbagai bentuk makhluk halus yang berbagai rupanya. 5. Kelebihan Novel Danur Adapun ini merupakan kelebihan dari novel Danur karya Risa Saraswati, diantaranya adalah Tema horror yang diangkat dalam novel ini cukup menarik meski tidak terlalu menakutkan namun cukup sukses di ini mengajarkan kita bahwa hantu juga memiliki sisi kemanusiawian ketika masih mereka pun bisa di jadikan koreksi kita untuk hidup kedepannya. Percaya atau tidak terhadap kisah hantu yang Risa ceritakan itu kembali lagi ke diri kita perlu mempercayai keberadaan mereka karena mereka hanya butuh di dengar. 6. Kekurangan Novel Danur Sama halnya dengan novel lainnya bahwa novel Risa ini memiliki kekurangan dan kekurangannya adalah novel ini di cetak menggunakan kertas yang buram menjadikan novel ini kurang menarik dari segi tampilan. Baca juga Sinopsis Novel Atheis, Novel Persahabatan Karya Achdiat 7. Pesan Moral Novel Danur Bagian akhir dari sinopsis novel Danur karya Risa Saraswati adalah pesan moral yang terkandung dalam novel ini. Dan pesan moralnya adalah jangan pernah menyia-nyiakan hidup, karena apa yang kita lakukan semasa hidup akan berakibat pada hidup kita di alam selanjutnya. Dan manfaatkanlah hidup kita sebaik mungkin.

resensi novel danur gerbang dialog